photo's

Blog Saya

Jumat, 16 Mei 2014

2. RENCANA JIKA ANDA MENJADI SEORANG CALON LEGISLATIF

2.     RENCANA JIKA ANDA MENJADI SEORANG CALON LEGISLATIF
         Menjadi seorang calon legislatif (caleg) tentu saya mempunyai visi – misi untuk memajukan bangsa Indonesia menjadi yang lebih baik lagi dan memprioritaskan kebutuhan untuk kepentingan bersama, karena kedudukan sebagai seorang caleg bukan semata lahan mencari uang namun merupakan amanat dan titipan. Berikut beberapa program yang akan saya lakukan jika saya terpilih nanti adalah :
  •   Menghapuskan keberadaan parpol yang hanya mementingkan kelompoknya saja atau hanya mencari uang.
  •   Mewajibkan belajar 12 tahun serta membebaskan biaya pendidikan bagi anak-anak tidak mampu.
  •  Membuka lapangan pekerjaan bidang industri yang mampu menyerap banyak pekerja.
  •  Memperkuat BUMN dan MENRISTEK agar dapat mengambil alih Sumber Daya Alam yang dikuasi investor asing menjadi milik bangsa Indonesia.
  • Mengalokasikan anggaran untuk program kesehatan gratis bagi masyarakat berpenghasilan menengah kebawah.
  • Mengalokasikan APBN atau APBD untuk santunan kepada lembaga atau yayasan social.
  • Menindak tegas pelaku korupsi dan pelaku kriminalitas lainnya, jika perlu hukum pancung.
  • Memberikan dan memperbaiki fasilitas dan infrastruktur publik yang lebih baik.
Seandainya terpilih nanti tentu saja program-program yang dituliskan diatas akan berusaha saya penuhi, sesungguhnya kedudukan anggota legislatif merupakan kewajiban dan amanah bagi seorang pemimpin yang mewakili rakyat yang mana harus dipertanggung jawabkan pada Yang Maha Esa dan warga Negara Indonesia yang telah memilih saya. Maka dari itu program tersebut harus saya jalankan dengan sebenar-benarnya. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh warga Negara Indonesia yang sudah mempercayai saya untuk mewakili aspirasi warga Negara sehingga mengizinkan saya berada di kedudukan ini.

Sumber :
Pendapat-Pribadi


1. LAGU POP YANG MENGGAMBARKAN INDONESIA


1. LAGU POP YANG MENGGAMBARKAN INDONESIA
Nama : Bayu Noor Wicaksono
Kelas  : 2IC01
Npm   : 21412391
Email : bayunoor60 [ @ ] student.gunadarma.ac.id

Nusantara I
Label: Kenangan Kita
Karya: Koes Plus

Kuharap kau tidak akan cemburu....
Melihat hidupku
Hidupku bebas selalu kawanku....
Tiada yang memburu oh…

Di nusantara yang indah rumahku....
Kamu harus tahu
Tanah permata tak kenal kecewa....
Di khatulistiwa

Hutannya lebat seperti.....
Rambutku
Gunungnya tinggi seperti.....
Hatiku
Lautnya luas seperti....
jiwaku
Alamnya ramah seperti....
Senyumku
Judul lagu serial Nusantara seolah memberi pesan bahwa Indonesia pernah menjadi bangsa yang besar, punya tanah air yang kaya raya atas sumber daya alamnya, tanah air yang indah secara alami yang mesti disyukuri dan dikelola dengan baik. Secara tersirat, dapat kita lihat makna dari lirik lagu di atas adalah menggambarkan betapa ajaibnya negara kita, Indonesia.  Negara yang dipuja karena kaya-raya, melimpah berkah dari Sang Pencipta.
Nusantara I, bercerita  tentang keindahan dan kemakmuran Nusantara dengan pas. Tanahnya subur,  pemandangan alam yang indah, sumber daya alam melimpah ruah,   lautan luas yang kaya akan sumber daya laut, dan iklim yang ramah.  Lengkap sudah Indonesia untuk  pantas disebut  “swarga loka”
Kesimpulan dari catatan ini adalah bahwa Koes Plus telah mengingatkan bahwa :  
1. Negara sebesar apapun tidak akan kuat bila tidak dilandasi rasa persatuan.         
2. Rasa cinta pada tanah air akan menumbuhkan sikap kebangsaan yang akan memperkokoh keutuhan suatu bangsa sehingga tidak mudah dipecah-pecah oleh kekuatan manapun.

Sumber :
http://liriknusantara.blogspot.com/2013/05/nusantara-i.html

4. Mendeskripsikan Bunga Satu Lambang Satu Provinsi



4. Mendeskripsikan Bunga Satu Lambang Satu Provinsi
Lambang Daerah Istimewa Yogyakarta


    Lambang Daerah Istimewa Yogyakarta atau sering disebut golong-gilig adalah lambang berbentuk bulat (golong) dan silinder (gilig) yang terdiri dari lukisan bintang, padi dan kapas, tugu bersayap,lingkaran merah yang mengelilingi lingkaran putih, dan ompak bertatakan teratai.

    Gambar bintang pada lambang ini memiliki makna Ketuhanan Yang Maha Esa. Padi dan kapas sebagai simbol kesejahteraan. Tugu bersayap sebagai simbol perikemanusiaan, sayap bagian dalam berjumlah 9 tertuju pada Hamengkubuwono IX dan bagian luar berjumlah 8 tertuju pada Paku Alam VII memiliki makna kepemimpinan. Lingkaran merah putih untuk simbol kebangsaan. Umpak dengan lapik tatakan bunga teratai sebagai simbol kerakyatan.

Sumber :




3.Mendeskripsikan Tokoh Wayang di Indonesia RADEN GATOTKACA



3.Mendeskripsikan Tokoh Wayang di Indonesia
RADEN GATOTKACA

                         
Raden Gatotkaca
Raden Gatotkaca adalah putera Raden Wrekudara yang kedua. Ibunya seorang putri raksasa bernama Dewi Arimbi di Pringgandani. Waktu dilahirkan Gatotkaca berupa raksasa, karena sangat saktinya tidak ada senjata yang dapat memotong tali pusatnya. Kemudian tali pusat itu dapat juga dipotong dengan senjata Karna yang bernama Kunta, tetapi sarung senjata itu masuk ke dalam perut Gatotkaca, dan menambah lagi kesaktiannya.

Dengan kehendak dewa-dewa, bayi Gatotkaca itu dimasak seperti bubur dan diisi dengan segala kesaktian; karena. itu Raden Gatotkaca berurat kawat, bertulang besi, berdarah gala-gala, dapat terbang di awan dan duduk di atas awan yang melintang. Kecepatan Gatotkaca pada waktu terbang di awan bagai kilat dan liar bagai halilintar. Kesaktiannya dalam perang, dapat mencabut leher. musuhnya dengan digunakan pada saat yang penting. Gatotkaca diangkat jadi raja di Pringgadani dan ia disebut kesatria di Pringgadani, karena pemerintahan negara dikuasai oleh keturunan dari pihak perempuan. Dalam perang Baratayudha Gatotkaca tewas oleh senjata Kunta yang ditujukan kepada Gatotkaca. Ketika Gatotkaca bersembunyi dalam awan. Gatotkaca jatuh dari angkasa dan mengenai kereta kendaraan Karna hingga hancur lebur. Gatotkaca beristerikan saudara misan, bernama Dewi Pregiwa, puteri Raden Arjuna.

Dalam riwayat, Gatotkaca mati masih sangat muda, hingga sangat disesali oleh sekalian keluarganya.
Menurut kata dalang waktu Raden Gatotkaca akan mengawan, diucapkan seperti berikut :
Tersebutlah, pakaian Raden Gatotkaca yang juga disebut kesatria di Pringgadani: Berjamang mas bersinar-sinar tiga susun, bersunting mas berbentuk bunga kenanga dikarangkan berupa surengpati. (Surengpati berarti berani pada ajalnya. Sunting serupa ini juga dipakai untuk seorang murid waktu menerima ilmu dari gurunya bagi ilmu kematian, untuk lambang bah.wa orang yang menerima ilmu itu takkan takut pada kematiannya). Bergelung (sanggul) bentuk supit urang tersangga oleh praba, berkancing sanggul mas tua bentuk garuda membelakang dan bertali ulur-ulur bentuk naga terukir, berpontoh nagaraja, bergelang kana (gelang empat segi). Berkain (kampuh) sutera jingga, dibatik dengan lukisan seisi hutan, berikat-pinggang cindai hijau, becelana cindai biru, berkeroncong suasa bentuk nagaraja, uncal diberi emas anting.

Diceritakan, Raden Gatotkaca waktu akan berjalan ia berterumpah Padakacarma, yang membuatnya dapat terbang tanpa sayap. Bersongkok Basunanda, walaupun pada waktu panas terik takkan kena panas, bila hujan tak kena air hujan. Diceritakan Raden Gatotkaca menyingsingkan kain bertaliwanda, ialah kain itu dibelitkan pada badan bagian belakang Raden Gatotkaca segera menepuk bahu dan menolakkan kakinya kebumi, terasa bumi itu mengeram di bawah kakinya. Mengawanlah ia keangkasa.

Wayang itu diujudkan sebagai terbang, ialah dijalan kain, dari kanan ke kiri, dibagian kelir atas beberapa kali lalu dicacakkan, ibarat berhenti di atas awan, dan dalang bercerita pula, Tersebutlah Raden Gatotkaca telah mengawan, setiba di angkasa terasa sebagai menginjak daratan, menyelam di awan biru, mengisah awan di hadapannya dan tertutuplah oleh awan di belakangnya, samar samar tertampak ia di pandangan orang. Sinar pakaian Gatotkaca yang kena sinar matahari sebagai kilat memburunya. Maka berhentilah kesatria Pringgadani di awan melintang, menghadap pada awan yang lain dengan melihat ke kanan dan ke kiri. Setelah hening pemandangan Gatotkaca, turunlah ia dari angkasa menuju ke bumi, Adipati Karna waktu perang Baratayudha berperang tanding melawan Gatotkaca. Karna melepaskan senjata kunta Wijayadanu, kenalah Gatotkaca dengan senjata itu pada pusatnya. Setelah Gatotkaca kena panah itu jatuhlah Gatotkaca dari angkasa,, menjatuhi kereta kendaraan Karna, hingga hancur lebur kereta itu.      
     
Tersebut dalam cerita, Raden Gatotkaca seorang kesatria yang tak pernah bersolek, hanya berpakaian bersahaja, jauh dari pada wanita.
Tetapi setelah Gatotkaca melihat puteri Raden Arjuna, Dewi Pregiwa, waktu diiring oleh Raden Angkawijaya, Raden Gatotkaca jatuh hati lantaran melihat puteri itu berhias serba bersahaja. Berubah tingkah Raden. Gatotkaca ini diketahui oleh ibunya (Dewi Arimbi) dengan sukacita dan menuruti segala permintaan Raden Gatotkaca. Kemudian puteri ini diperisteri Raden Gatotkaca.

BENTUK WAYANG

Gatotkaca bermata telengan (membelalak), hidung dempak, berkumis dan beryanggut. Berjamang tiga susun, bersunting waderan, sanggul kadal-menek, bergaruda membelakang, berpraba, berkalung ulur-ulur, bergelang, berpontoh dan berkeroncong. Berkain kerajaan lengkap.
Gatotkaca berwanda 1 Guntur, 2 Kilat 3 Tatit. 4 Tatit sepuh, 5 Mega dan 6 Mendung.

Sumber :